Log In | Register
Skip to main content

Recent Posts

1
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by mxyzptlk -
Btw, hati2 kl beli ponsel distri.. berita2 ini layak disimak.. tapi bisa jadi ponsel distri bakal terjun bebas jg harganya..
https://economy.okezone.com/read/2018/02/15/320/1860194/cegah-ponsel-ilegal-imei-handphone-dipantau-mulai-april
https://www.jawapos.com/read/2018/02/17/189451/siap-siap-pemerintah-bakal-blokir-ponsel-ilegal-lewat-data-imei
http://kaltim.prokal.co/read/news/324361-peredaran-ponsel-bakal-diperketat
Iya, lagi happening berita ini.
Tapi ada benernya juga ada yang nanya: lha terus jadi HP turis gak bisa nyala roaming nya di sini?
Bener juga, rasanya gak mungkin jadinya.
Masak solusinya turis mesti mendaftarkan HP nya dulu sebelum bisa roaming? Gak tourism-friendly dong kalo gitu.

Tapi entah lah, katanya pemerintah sudah ttd MOU sama Qualcomm, terus gimana jadinya? Yah tunggu tanggal mainnya saja lah.


sama, saya pernah dapat kasus serupa dengan lazada. dan terakhir belanja disana kayanya 2016.

soal refund dalam bentuk voucher, inilah tipu muslihatnya. mungkin supaya dana ga keluar kita diajak belanja lagi. nah masalahnya dalam permintaan refund ini defaultnya voucher tanpa beritahu customer dulu. kalau mau cepat dapatnya vcr, kalau uang 30 hari estimasinya.
Refund 30 hari, jadi bener tuh yang ngomong bulanan...
2
Ngobrol / Re: Gimana harimu?
Last post by spasi -
padahal movimax itu hasil rebranding cineplex yang ga mau disamakan juga: https://entertainment.radarmalang.id/ini-dia-nama-baru-bioskop-cineplex/
3
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by spasi -
sama, saya pernah dapat kasus serupa dengan lazada. dan terakhir belanja disana kayanya 2016.

soal refund dalam bentuk voucher, inilah tipu muslihatnya. mungkin supaya dana ga keluar kita diajak belanja lagi. nah masalahnya dalam permintaan refund ini defaultnya voucher tanpa beritahu customer dulu. kalau mau cepat dapatnya vcr, kalau uang 30 hari estimasinya.
4
First Media / Re: Diskusi internet First Media
Last post by denmas -
Sy sdh jarang2 nonton tv-nya FM, sejak punya android box.. selain jg ga punya byk wkt buat nonton lagi.. apa mending pindah ke IH yg netizen internet only ya? harganya rasanya mirip2, sebanding jg dgn kecepatannya masing2..  :)
5
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by denmas -
nah.. itu kata kuncinya.. preventif.. sy sdh bbrp kali dikecewakan sama OL shop (mirip2 dgn kronologis  yg dikultwit koh herry).. by lajadut salah satunya.. 
yakinlah kl kbykn netizen "jelata" saat ini agak2 ngiri dgn bgm koh herry akhirnya diperlakuan rada "istimewa" by lajadut selepas membombardir kultwit #lazadahebat.. hal yg membuktikan setidaknya kalau dia bukanlah kelas netizen "jelata".. & itu membuktikan kl di negara tertjinta inie ga nyata tuh pasal kedudukan sama di depan lajadut.. warna & jenis "pangkat" off-OL masih kental berlaku..  :D

Btw, hati2 kl beli ponsel distri.. berita2 ini layak disimak.. tapi bisa jadi ponsel distri bakal terjun bebas jg harganya..
https://economy.okezone.com/read/2018/02/15/320/1860194/cegah-ponsel-ilegal-imei-handphone-dipantau-mulai-april
https://www.jawapos.com/read/2018/02/17/189451/siap-siap-pemerintah-bakal-blokir-ponsel-ilegal-lewat-data-imei
http://kaltim.prokal.co/read/news/324361-peredaran-ponsel-bakal-diperketat
6
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by mxyzptlk -
Update & posting yang terakhir dari saya berkaitan dengan berita yang saya "bawa" ke komunitas di sini:

  • Ya, ternyata itu hanya separuh dari total 2 HP yang dibeli, karena ybs karena alasan tertentu, yang -- bagi saya -- juga kurang relevan berkaitan dengan apa alasan saya membawa kejadian ini in the first place (alasannya saya tulis di bawah nantinya), melakukan 2 x transaksi, di mana transaksi yang bermasalah hanya salah 1 saja.
    Hal ini sudah diklarifikasi oleh ybs belakangan. Soal kenapa dari pertama gak dengan clear menyatakan, sudut pandang positif bisa bilang bahwa karena ybs sedang sibuk mengurus dengan seller, di samping juga ada faktor kurang teliti men-cuit karena kurang konsen. Sudut padang negatif bisa masing-masing pikirkan/bayangkan sendiri  :)
  • Yang jelas, argumen positive thinking bahwa "stok bener-bener sudah habis" tidak berlaku, karena 2 hal:
    • hingga saat ini pun "harga promo" yang seharusnya cuma berlaku 1 hari masih saja diberlakukan
    • akhirnya ybs juga bisa melakukan transaksi ulang & berhasil
  • IMO, bagi kita-kita yang sama-sama gak punya pangkat maupun pengaruh baik di offline maupun online (ini asumsi saya, semoga tidak salah), tapi juga hobi belanja online, tetap saja perlu mewaspadai bukti-bukti "nyata" (sengaja saya kasih tanda petik) tentang kemungkinan anomali yang bisa saja menimpa kita apabila kita sedang tidak/kurang hoki. Karena:
    • Tetap belum jelas (& kemungkinan besar gak akan sungguh-sungguh jelas) apa yang menyebabkan transaksi yang sudah sukses & lunas bisa tahu-tahu berubah menjadi tidak sukses. Apakah bener-bener glitch atau ada sesuatu yang lebih sistemis (conspiracy theory  :P )?
    • "Kenyataan" (karena terjadi di kasus ini) bahwa "penyebab terjadinya pembatalan" yang diberikan seller ternyata asal-asalan, padahal seharusnya di dunia online yang berbasis digital, perubahan status dari sukses menjadi tidak sukses itu pasti ada alasan yang eksak. Dari "1" menjadi "0" (nol) itu secara komputasi harus ada logika yang terpenuhi. Kecuali kalau ada unsur campur tangan (override) dari operator/manusia/orang.
    2 hal di atas bagi saya pribadi menjadikan alasan buat saya untuk lebih berhati-hati bertransaksi di seller terkait, & juga bagi saya untuk menentukan prioritas pemilihan seller maupun juga pertimbangan security (misalnya terkait maksimal uang yang bersedia saya "pertaruhkan").
    Karena seperti saya tuliskan di awal, saya kurang "pengalaman pribadi" di seller ybs. Berbeda misalnya dengan seller bernama "bineka" yang saya sudah jelas kategorinya untuk kepentingan saya pribadi berdasarkan personal experiences pula.

    Dan kemudian yang juga bikin saya geleng-geleng kepala & mengelus dada: Betapa cepatnya sesungguhnya reply maupun tindakan yang bisa dilakukan oleh suatu seller kalau mau (baca: diperlukan). Dalam hal ini, jangka waktu sejak komplen & penerbitan voucher terjadi dalam hitungan jam, sementara berdasarkan pengalaman saya pribadi (walaupun tidak dengan seller ini) & juga share dari para follower twit terkait & juga common sense, sudah bagus kalau proses komplen hingga refund itu tidak lewat dari 1 minggu. Ada yang bilang butuh bulanan, semoga saja itu hanya anomali.
    Belum lagi segera pihak seller langsung melakukan kontak via telepon untuk "menjelaskan segala sesuatunya" (tentunya dengan pesan sponsor supaya: twit juga ditutup dengan happy ending).

Terus terang, saya saat ini juga sedang mengalami hambatan dalam transaksi online saya di gramed dot com. Sudah berjalan 2 bulan lebih, & kejadiannya juga cukup masal serta masif, karena cukup banyak pembeli yang juga terkendala seperti saya. Jadi harap dimaklumi kalau saya agak over-sensi tentang hal ini (baca: OL shop yang gak beres entah software-nya atau attitude-nya atau bahkan amit-amit SDM/orangnya).
& juga karena saya seperti memperoleh "a ha moment" tentang lajada, di mana sebelumnya saya pribadi kurang terkonfirmasi (seperti sudah saya tulis di atas).

Semoga saja posting saya bisa menjadi bahan pengetahuan tambahan yang berguna bagi penduduk di sini. Saya tidak berniat meng-endorse siapa pun, & penyebutan nama yang ada pun hanya sekedar untuk menunjukkan "contoh kejadian yang terjadi." Soal "niatan-niatan terselubung" yang mungkin ada, terus terang saya sih gak ngurus. Saya cuma ingin menyoroti kejadian "belanja online" nya saja.  8)

ps.
Beberapa kejadian maupun pengalaman pribadi membuktikan bahwa upaya "maksimal" kita-kita seperti surat pembaca pun sering kali tidak ada dampak nyata nya (kalau orang yang "cukup penting secara online" mungkin posting di medsos langsung ada efeknya). Makanya -- bagi saya -- lebih penting untuk melakukan tindakan preventif semaksimal mungkin, ketimbang melakukan tindakan reaktif (komplen dll) yang jelas menghabiskan waktu & energi (& juga uang, kalau ikut adagium: time is money).
7
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by ultimo-dragon -
Iya sih jadi inget mau cerita, nyari2 kartu e-money, di lazada ada yg harganya 25rb tp ongkirnya...653rb  :D  :D  kayaknya trik biar habis banyak kalo beli cuma 1. Tp kalo beli 4 kan 100rb jd free ongkir, kira2 ini berani gak ya dicoba beli disini  :D
Kalo shoope ada yg seller dari china, barangnya murah2, free ongkir subsidi 50rb kalo belanja 120rb. Udah nyobain milih2 brg2 dia, eeehhh...ongkirnya ratusan ribu, ternyata setiap item ada yg ongkir nya lebih mahal dari barangnya...trus ongkirnya di akumulasi gak dijadiin satu kyk toped, pdhl satu seller...
8
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by denmas -
Guyonannya.. kejadian model lajadut vs koh herry umum banget di semua urusan - ga cuma di ranah transaksi aj.. hanya biasanya kl yg berurusan (pembeli/penjual) berpangkat/punya backing lebih suka diam2 aj atw malah suruh orang lain beresinnya (ga mau jd viral - meski "ancamannya tentu jauh lebih ngeri") ..

Kl yg suka bikin rame di medsos/kultwit lazimnya dilakukan oleh mereka2/kita2 yg ga "cukup" berpangkat di ranah offline.. jd mau rame jg ga begitu bermasalah & mmg sebatas itu kemampuannya..   :))

Ada yg disayangkan dari viral koh herry.. dia ga nyebut bahwa yg dibatalkan sepihak oleh lajadut itu - orderannya yg ke-2.. orderan dia yg pertama - diproses & dikirim.. dia jg  sedari awal2 sdh kultwit kl ga nyaman/cocok dgn pelayanan lajadut.. jd pintar2 aj kita menyikapi keduanya..
9
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by mxyzptlk -
Tebakanku ketika order udah masuk, pak herry itu kan sambil screenshot2, lazada masi nerima orderan terus, waktu pak herry bayar, order yg masuk udah 200 lebih. Akhirnya terjadilah over capacity. Dan apesnya yg kena pak herry.  :D
Kayak kejadian tiket2 pesawat di amerika itu lho yg airline jualan tiket lebih banyak dari kursi, berharap ada yg batal atau telat check in.
Kalo jatah 200 ini meskipun harga kelas menengah, masi mungkin lah, jgn remehin ekonomi org indonesia lho...  :D  :D
Galaxy S8 aja aku inget pernah diskon, aku masi mikir2 pros cons nya utk beli, akhirnya hmm beli aja deh, eeehhh stok nya udah habis
Segalanya mungkin sih.
Cuma seperti saya tulis di atas:
  • Konon kejadian begini sering kejadian di lajada, hence "reputasi"nya yang jadi buruk
  • Saya coba-coba siang-siang, santai aja karena memang gak niat beli, masih jualan, gak ditulis out of stock.
    Baca-baca pertanyaan yang ada, nampaknya memang sempat dinyatakan out of stock, tapi belakangan sudah dinyatakan ready kembali
  • Kalau memang out of stock, kenapa perlu ngasih 1001 macam alasan yang terkesan asmuni?
  • Entah sistemnya atau proses refund-nya yang error, kok ribet? Sengaja menunda-nunda kah?
10
Ngobrol / Re: Sesering apakah kamu berbelanja dengan Online??
Last post by ultimo-dragon -
Tebakanku ketika order udah masuk, pak herry itu kan sambil screenshot2, lazada masi nerima orderan terus, waktu pak herry bayar, order yg masuk udah 200 lebih. Akhirnya terjadilah over capacity. Dan apesnya yg kena pak herry.  :D
Kayak kejadian tiket2 pesawat di amerika itu lho yg airline jualan tiket lebih banyak dari kursi, berharap ada yg batal atau telat check in.
Kalo jatah 200 ini meskipun harga kelas menengah, masi mungkin lah, jgn remehin ekonomi org indonesia lho...  :D  :D
Galaxy S8 aja aku inget pernah diskon, aku masi mikir2 pros cons nya utk beli, akhirnya hmm beli aja deh, eeehhh stok nya udah habis