Skip to main content

Topic: Nomor telepon telemarketing (Read 13068 times)

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #30
Akhir-akhir ini saya banyak terima SMS spam model baru: untuk penyelesaian hutang kredit/KK/KTA.
kadang saya itu tertarik gimana cara kerjanya kalau benar bisa. biasanya yang tertarik (dan calon korban) kaya gini karena kesulitan bayarnya. emang ada cara lebih hemat buat lunasinnya?

paling nyatakan bangkrut saja, tapi ini khusus badan usaha setahu saya di indo. bangkrut untuk pribadi setahu saya cuma ada di US dan EU, mungkin SG juga.

atau ternyata cuma jual harapan palsu: https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20170824094917-78-236914/bos-un-swissindo-minta-maaf-dan-hentikan-kegiatan/

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #31
Entah lah bagaimana prosesnya.
Kalau hanya dibantu dalam proses mediasi & tawar-menawar, mungkin sih ada benarnya. Karena sudah pasti si lembaga keuangan akan lebih "termotivasi" untuk berbicara kepada ahli hukum misalnya, daripada sekedar si nasabah pribadi.
Demikian juga, sebetulnya kondisi diskon bunga & bahkan diskon utang itu memang sungguh-sungguh riil adanya, cuma tentu saja si lembaga keuangan berusaha sebisa mungkin jangan melakukan hal tersebut, karena bakal memotong profit.
(Saya kurang percaya kalau dikatakan: menghasilkan kerugian, karena belum pernah kejadian ada bank yang bangkrut gara-gara nego pembayaran hutang nasabah).

Tapi di mana-mana ya pasti ada juga kejadian di mana ada orang/pribadi yang memang bisnisnya = jualan php.
Itu orang hebat juga ya, pake bawa-bawa united nation segala ck ck ck.

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #32
hmm.. ini saya sudah masuk ke ranah spekulasi karena ga pernah ngalamin.

tapi bank kayanya akan akomodir daripada uangnya tidak kembali sama sekali. tentu ada batas bawahnya bisa berapa, ga mungkin 1 milyar dilunasin 10 juta.

yang di indo ini kredit macet apa bisa dijual ke debt collector? setidaknya di US bisa gitu, jadi grosiran dilepas ke debt collector. makanya gigih sekali nagihnya, tapi sudah bukan urusan bank lagi.

Tapi di mana-mana ya pasti ada juga kejadian di mana ada orang/pribadi yang memang bisnisnya = jualan php.
Itu orang hebat juga ya, pake bawa-bawa united nation segala ck ck ck.
ini saya lihat sebagai trik branding. nama yang wah membuat terkesima dan seakan2 resmi. padahal cuma numpang.

kaya kopi instan luwak white coffee. disini mereknya saja luwak, tapi bukan kopi luwak. :D

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #33
tapi bank kayanya akan akomodir daripada uangnya tidak kembali sama sekali. tentu ada batas bawahnya bisa berapa, ga mungkin 1 milyar dilunasin 10 juta.
Ya pasti lah wkwkwk
Tapi kan kalau orang sampe punya hutang sebegitu, pasti dia ada aset juga. Ya mungkin yang di-nego termasuk delay berapa lama gitu untuk melikuidasi aset.
Nah nego tambahan waktu begini ini kan yang sering kali si pemberi hutang mesti "dikasih dorongan lebih" untuk bersedia menerima. Ya di sini si pemberi jasa sebagai profesional bidang hukum (misalnya) yang berperan.

yang di indo ini kredit macet apa bisa dijual ke debt collector? setidaknya di US bisa gitu, jadi grosiran dilepas ke debt collector. makanya gigih sekali nagihnya, tapi sudah bukan urusan bank lagi.
Hahaha, saya juga gak ngerti yang beginian.
Tapi dalam hemat saya sih ya mungkin juga ya. Namanya juga peluang usaha.
Cuma mungkin repotnya, kan itu atas nama bank juga ya, si nasabah tahu nya juga berhubungan dengan bank tersebut. Mana bisa si bank lepas tangan. Nanti jadinya seperti kasus bank siti, yang melakukan mungkin tangan si dc, tapi yang kena kan ya bank nya juga.

kaya kopi instan luwak white coffee. disini mereknya saja luwak, tapi bukan kopi luwak. :D
Astaga, ada yang beginian kah? Saya bukan penikmat kopi sih.

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #34
bahas teknik sales di trit sebelah jadi ingat kemarin saya hampir terjebak oleh telemarketing Cigna. kebetulan saya memang ada produk asuransi disana.

dengan kedok verifikasi data, ada pernyataan tersirat bahwa ada cashback yang bisa diklaim setahun sekali. lumayan lah premi 2 bulan dikembalikan.

disini saya terbawa tempo permainan orangnya. ternyata ini kedok mendaftarkan nasabah ke polis baru. dan sengaja dicarikan yang tarifnya mirip atau selisih sedikit dengan polis yang ada. maksudnya misal polis yang ada 510ribu maka polis barunya disebut 527 ribu, seperti itu. jadi bikin yang ditelpon ga seberapa sadar ini aslinya produk berbeda.

setelah itu seperti biasa diminta (katanya) konfirmasi data nasabah. dan ini dibacakan sangat cepat sekali. untungnya saya minta diulang karena nama polisnya berbeda dengan yang saya ingat. saat di telpon ini saya masih asumsi ini polis saya yang lama.

dan disinilah langsung ketahuan kalau ini polis berbeda dan hampir saja saya didaftarkan.

gara2 ini saya ingin ganti ke asuransi kesehatan baru atau pakai bpjs eksklusif sajalah sekalian.

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #35
Betul, pernah ada yang nulis/komen di internet bahwa curiga recording (yang katanya juga setiap telemarketing direkam ==> ini juga entah mitos entah beneran, yang jelas kok rasanya gak pernah menjadi advantage bagi nasabah, selalu yang bekoar-koar si sales/perusahaan induk si sales) itu bisa di-edit-edit: jadi tl;dr nya = jangan sekali-kali mengucapkan kata: ya, bersedia dsb.

Saya yakin bagi kalangan (calon) konsumen menengah keberadaan bpjs jadi ancaman bagi asuransi konvensional. (Kalo yang duitnya kebanyakan, kemungkinan gak ngurus alias egp; sebaliknya yang duitnya mepet, ya pasti cuma sanggup bpjs.) Contohnya saya yang sudah sempat jadi nasabah asuransi+investasi bertahun-tahun tanpa pernah klaim 1x pun, akhirnya saya biarkan lapse saja & kemungkinan bakal saya biarkan batal. BPJS cuma kalah di berbagai fasilitas/perks saja, tapi menang jauh di proses/prosedur klaim nya. Sedangkan fasilitas/perks asuransi konvensional kan sesungguhnya juga cuma nilai tambah saja, gak esensial, apalagi bagi yang sama sekali gak pernah klaim, 100% buang duit jadinya. Belum lagi resiko yang benar-benar riil bahwa ada kesulitan waktu klaim.
Beda kan dengan BPJS, yang beresiko bukan kita, tapi rumah sakitnya  :)
Kalau kita kerja di institusi yang mau membayarin ikut asuransi (entah konvensional/BPJS), nah itu yang sip :D

bahas teknik sales di trit sebelah jadi ingat kemarin saya hampir terjebak oleh telemarketing Cigna. kebetulan saya memang ada produk asuransi disana.

dengan kedok verifikasi data, ada pernyataan tersirat bahwa ada cashback yang bisa diklaim setahun sekali. lumayan lah premi 2 bulan dikembalikan.
Ya begini ini makanya saya ambil policy pribadi untuk tidak angkat telepon dari sales (baca: nomor tak dikenal, khususnya nomor HP, tapi tidak menutup kemungkinan juga nomor landline yang tercurigai sebagai sales).
Wasting time & energy, bahkan cenderung bikin mangkel kita nya (ruin my day). Belum lagi kalau susah nutupnya, mau langsung ditutup serasa tidak sopan, terus diladenin jadi gak bisa kerja (semakin wasting time & energy).
Untungnya memang pekerjaan saya utamanya tidak wajib untuk menerima telepon sebanyak-banyaknya dari siapa pun :))
Kalau kerjaannya sales/marketing, ya gak mungkin pelit terima telepon begini, bisa gak makan jadinya hehehe.

Soal verifikasi data, IMO 99,99% perusahaan gak pernah/ada yang melakukan verification by phone. Bahkan ngirim kartu kredit pun gak ngecek via telepon (bukan pas survei ya, lain itu persoalannya). Perkecualian mungkin kalau ada transaksi mencurigakan. Tapi saya kira cuma itu aja satu-satunya kejadian di mana perusahaan ngecek via telepon.
Makanya "bagus" itu policy KK BCA yang "mendorong" pemilik KK untuk mengajukan free annual fee setiap tahun dengan cara nelpon ke mereka. Karena mereka sekalian bisa cek & update data terkini mereka. Saya beberapa kali mengalami. Sembari menunggu pengecekan status KK saya, si CS ngupdate data mereka soal ktp saya, npwp dll.

Btw, tuh ada yang ngiklan...

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #36
Soal kesehatan - saya termasuk yg berharap bpjs jadi asuransi kesehatan wajib nasional di 2019 & bisa meminimalisir asuransi2 swasta.. karena apa? bpjs dibacking full oleh pemerintah yg sdh sadar bahwa penduduk yg wajib diurus bukan cuma anak emasnya (pejabat - aparat - pns  via askes).. krn yg milih & bikin stabil pemerintahannya pun pastinya mayoritas yg di luar itu (swasta) & sektor ini sudah sekian lama terlupakan u/ disejahterakan - atau sudah kelamaan/kbykn jadi korban lewat pungutan resmi/tidak..
Bgmpun Pemerintah - satu2nya yg berwenang & berhak sepenuhnya atas izin praktek dokter - perawat & rumah sakit - artinya dia sangat2 berkuasa untuk bikin aturan yg sifatnya take it or leave it - bisa ancam cabut "nyawanya" (izin praktek) kalau pemerintahnya ga cocok & dikriminalkan - sekalipun utangnya numpuk di rumah sakit tsb - ga bakal berani si rumah sakit menghentikan/menolak pasien bpjs - bisa kelimpungan sendiri kl smpi viral & habis karier si pengelola atau pemegang sahamnya.. mau kerja apa tuh dokter2 kl ga dikasih izin praktek.. sekarang u/ nemuin rumah sakit/klinik yg ga kerjasama dgn bpjs sudah agak sulit.. karena pasti bikin sepi & malah ga muter - juga dihindari dokter2 yg perlu (perpanjang) izin praktek..
Pemerintah daerah yg mainin anggaran kesehatan - ga tertib soal pelunasan iuran bpjs penduduknya aj diberi sanksi - langsung dipotong pencairan alokasi DAU-nya oleh kemenkeu & disetorkan ke bpjs - ada tuh beritanya - apalagi rumah sakit - bisa dibekukan izinnya atau diganti pengelolanya oleh kemenkes & pelaku/penanggungjawabnya dikriminalkan ke polisi - apa ga keringatan tuh dokter2..
Kl soal pendidikan bolehlah ditunda/pilih2.. kl soal penyakit/sakit - ga mungkin ditunda penanganannya seperti cerita yg dulu2.. sanksinya harus tegas & keras bagi instalasi/aparat kesehatan yg abai.. itu HAM tertinggi krn menyangkut soal nyawa & produktifitas bangsa..

Nah ini bedanya dgn asuransi swasta yg ga punya daya tawar setinggi itu - paling banter cuma bisa nego di soal pembayaran/pelunasan & efeknya ke klaim kliennya yg serba "dibatasi" & diolor2.. sekuat apapun modal/pondasi keuangan asuransi swasta itu mereka modelnya juga tanggung renteng - duitnya jg diputer2 di instrumen low gain low risk & pastinya kalah jauh dgn sumberdaya yg dimiliki pemerintah.. cmiiw..

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #37
setuju mas. bpjs ini seharusnya memang wajib, selain kesehatan itu pengaruhnya fatal ke keluarga secara mental dan finansial, juga salah satu bentuk tanggung jawab negara ke penduduknya.

pikiran saya, kalau diwajibkan mungkin sistemnya lebih baik dipotong langsung dari pajak pribadi saja. kalau sekarang kan pendapatannya ya hanya dari yang bayar saja. "mungkin" kalau seluruh yang punya npwp otomatis tergabung bpjs dan dihitung dari sana, kan menjaring lebih banyak orang dan harapannya biayanya bisa ditekan lagi. di inggris/kanada (dan mungkin australia) setahu saya.

eniwei, bagi yang sudah punya bpjs kesehatan dan tidak pernah bayar. maka untuk mengaktifkannya lagi adalah bayar premi selama maksimal setahun. jadi kondisi nonaktif 3 tahun ya bayarnya 1 tahun, saya kemarin tanya2 lagi gara2 cigna ini. pelanggan kok dijadikan sapi perah...   >:(

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #38
di satu sisi otomatis punya asuransi kesehatan kyk bpjs memang cukup mengurangi kekhawatiran andai jatuh sakit, tp gak ada org yg pengen sakit.
di sisi lain, utk membiayai bpjs itu dari iuran bpjs, kalo pns otomatis dipotong. dan so far...iuran yg terkumpul masi kurang buat nalangi klaim bpjs.
kalo di negara maju yg asuransi nya gratis, ditalangi pajak, otomatis pajaknya tinggi, bisa sampe 50%  :o  :o  :o
kalo di indo apa mau asuransi kesehatan dpt gratis tapi pajak nya naik misalkan 30-40%.... :D  :D  :D aku aja yg pegawai pajak ogah... apalagi anggota hewan di indo itu korup  >:(  >:(  >:(
sekedar share aku lupa baca diskusi dimana, techspot seingatku, ada orang kanada yg cerita, asuransi kesehatan di negara nya emang gratis (karena pajak yg tinggi) tapi pas dia mau minta operasi apa gitu, waiting list nya 3 bulan  :o  :o  :o dia naik mobil bentar ke amrik, bayar sendiri buat operasi, 2 minggu kemudian udah pulang ke rumah...
jadi emang semua itu sawang sinawang kalo istilah orang jawa... :D  :D  :D ada pros & cons nya. di satu sisi asuransi gratis buat semua orang itu otomatis iuran / pajak nya tinggi, dan pemikiran org amrik yg kapitalis "belum tentu aku pakai, gimana kalo aku sehat terus, lak rugi ikutan mbayarin asuransi nya org lain"  :P  :P  :P
kalo di indo situasi nya mungkin "saya belum cukup percaya kepada pemerintah utk menaikkan pajak/iuran saya utk mengcover kesehatan org lain termasuk diriku sendiri, mendingan iuran / tarif pajak segini aja, toh segini jg belum beres, aku masi gak rela jg"  :D  :D

nambahin aja, kalo menurut saya perokok harus bayar iuran bpjs 2-3x lipat, sorry no offense buat perokok.  :D :D karena om saya baru meninggal sebulan yg lalu dlm usia 46 thn, udah ngerokok dari smp, dan pembuluh darah koroner nya udah mampet 70-80% oleh plak akibat nikotin, kekuatan jantung nya udah tinggal 30-40%. operasi pasang ring...gagal...akhirnya dipindah ke ICU, satu jam kemudian meninggal... dan aku diceritani sakaratul maut nya, tolah toleh, kejang2... kemungkinan karena otaknya udah gak disuplai oksigen dari jantung, mati pelan2, karena pusat kehidupan kan di otak... pasti berhalusinasi lg di terowongan dsb...
btw baru sadar kalo ini thread nya telemarketing  :D :D :D biar nyambung aku tambahin sih, aku masi sering ditelpon agen asuransi axxa mandiri, kliatan dari log daftar telepon di blacklist  :D :D aku cukup pake bpjs aja deh.
telemarketing lainnya paling nawari hotel  :D :D :D

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #39
eniwei, bagi yang sudah punya bpjs kesehatan dan tidak pernah bayar. maka untuk mengaktifkannya lagi adalah bayar premi selama maksimal setahun. jadi kondisi nonaktif 3 tahun ya bayarnya 1 tahun, saya kemarin tanya2 lagi gara2 cigna ini. pelanggan kok dijadikan sapi perah...   >:(
Oh berarti denda tunggakan maksimal senilai tunggakan 1 tahun tok, sekalipun sudah nunggak bertahun-tahun? Wah, bener-bener pro rakyat yah...
Cocok buat yang mental gambling dengan kondisi kesehatannya sendiri...

di satu sisi otomatis punya asuransi kesehatan kyk bpjs memang cukup mengurangi kekhawatiran andai jatuh sakit, tp gak ada org yg pengen sakit.
di sisi lain, utk membiayai bpjs itu dari iuran bpjs, kalo pns otomatis dipotong. dan so far...iuran yg terkumpul masi kurang buat nalangi klaim bpjs.
kalo di negara maju yg asuransi nya gratis, ditalangi pajak, otomatis pajaknya tinggi, bisa sampe 50%  :o  :o  :o
kalo di indo apa mau asuransi kesehatan dpt gratis tapi pajak nya naik misalkan 30-40%.... :D  :D  :D aku aja yg pegawai pajak ogah... apalagi anggota hewan di indo itu korup  >:(  >:(  >:(
sekedar share aku lupa baca diskusi dimana, techspot seingatku, ada orang kanada yg cerita, asuransi kesehatan di negara nya emang gratis (karena pajak yg tinggi) tapi pas dia mau minta operasi apa gitu, waiting list nya 3 bulan  :o  :o  :o dia naik mobil bentar ke amrik, bayar sendiri buat operasi, 2 minggu kemudian udah pulang ke rumah...
jadi emang semua itu sawang sinawang kalo istilah orang jawa... :D  :D  :D ada pros & cons nya. di satu sisi asuransi gratis buat semua orang itu otomatis iuran / pajak nya tinggi, dan pemikiran org amrik yg kapitalis "belum tentu aku pakai, gimana kalo aku sehat terus, lak rugi ikutan mbayarin asuransi nya org lain"  :P  :P  :P
kalo di indo situasi nya mungkin "saya belum cukup percaya kepada pemerintah utk menaikkan pajak/iuran saya utk mengcover kesehatan org lain termasuk diriku sendiri, mendingan iuran / tarif pajak segini aja, toh segini jg belum beres, aku masi gak rela jg"  :D  :D

nambahin aja, kalo menurut saya perokok harus bayar iuran bpjs 2-3x lipat, sorry no offense buat perokok.  :D :D karena om saya baru meninggal sebulan yg lalu dlm usia 46 thn, udah ngerokok dari smp, dan pembuluh darah koroner nya udah mampet 70-80% oleh plak akibat nikotin, kekuatan jantung nya udah tinggal 30-40%. operasi pasang ring...gagal...akhirnya dipindah ke ICU, satu jam kemudian meninggal... dan aku diceritani sakaratul maut nya, tolah toleh, kejang2... kemungkinan karena otaknya udah gak disuplai oksigen dari jantung, mati pelan2, karena pusat kehidupan kan di otak... pasti berhalusinasi lg di terowongan dsb...
btw baru sadar kalo ini thread nya telemarketing  :D :D :D biar nyambung aku tambahin sih, aku masi sering ditelpon agen asuransi axxa mandiri, kliatan dari log daftar telepon di blacklist  :D :D aku cukup pake bpjs aja deh.
telemarketing lainnya paling nawari hotel  :D :D :D
Setuju dengan pemikirannya, termasuk OOT nya  :)
Yang penting ada middle ground antara negara & rakyat, & negara sudah berusaha dengan sungguh-sungguh memikirkan/mempertimbangkan segala sisi (terus terang, ini yang rada-rada meragukan di negara kita).

Di Singapur ada wajib potongan gaji buat asuransi macam-macam, termasuk hari tua & tempat tinggal. Memang kalau dilihat potongan jadi lumayan besar, tapi akibatnya adalah nyaris gak ada orang yang gak ada tempat tinggal, & nyaris gak ada orang tua-tua yang yang jadi gelandangan/pengemis.

Kembali ke laptop, paling mangkel memang itu sales member paket wisata/hotel. Padahal sudah banyak yang komplen bahwa yang begini-begini ini klaim benefitnya malah lebih susah daripada klaim asuransi, bahkan yang nama grupnya sudah besar/mendunia sekalipun  :o

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #40
trims pemikirannya semua. betul juga, negara maju potongan pajaknya memang ngeri, dan menjamin hari tua. mereka ada energi untuk implementasinya karena sudah mapan. sedangkan indonesia masih dalam perjalanan kesana, masalah pajak saja bisa jadi gunjingan sendiri, apalagi kalau ditambahkan wajib bpjs kedalamnya. kapan2 mungkin.

di halaman sebelumnya soal nerima telpon marketing, masalahnya atau jeniusnya, nomor yang digunakan untuk urusan pelanggan itu juga sama. dan saya pernah dapat pemutakhiran data pelanggan berkala (6 bulan sekali kayanya kalau cigna). makanya setiap kali survey, saya selalu tanya apa ga  bisa lewat portal website ataupun isi form lewat email gitu. males banget terima upsellingnya dan trauma gara2 upaya barusan ini.

kalau yang paket wisata/hotel kebetulan belum pernah, mungkin karena jarang jalan2. :D tapi dapat telpon nawarin properti ini yang heran, ditanya sumber/referensi telpon saya malah ditutup.

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #41
siap2 bakal kena spam telemarketing allianz nih bagi pengguna gojek: https://techcrunch.com/2018/04/11/allianz-35m-investment-go-jek/

Quote
Go-Jek and Allianz have had a relationship for the past two years, with Allianz Indonesia supporting the company by offering health insurance for Go-Jek drivers and their families. The insurance company said it has plans to “increase access to insurance products and services” for Go-Jek partners and customers. That makes sense given that Go-Jek is moving into financial services products in Indonesia.

Nomor telepon (telemarketing?) "aneh"

Reply #42
Hari-hari ini saya mendadak dapat "teror" nomor (kemungkinan besar telemarketing) yang aneh, yaitu: panjang digitnya seperti nomor HP, bahkan beberapa awalannya sudah persis HP (kepala 8 ), tapi terdeteksi dengan kode area 021  :o
Semuanya baru terjadi kira2 dalam 1 minggu ini, & memang saya punya kecurigaan dari mana mereka "mendadak" dapat nomor saya (hint: salah satu bank lah...).

Apa ini semacam servis masking atau forwarding ya? Teknologi yang lagi in kah?

Berikut contohnya (nomor asli dari display yang muncul di HP):
+6221852267453
+6221851211484
+6221714557200
+6221855290472
+6221859281456
+6221853290462
+6221710567236
+6221715506243
+6221718591276
+6221853268463
+6221719502218
+6221854274408
& MASIH BUANYAK LAGI

Kalau saya lihat sepintas, awalannya semua +622171 & +622185
& 1 lagi "kehebatan"nya, so far AFAIK tidak ada yang mengulang, padahal banyak bener sudah). Apa ini teknologi semacam disposable random number generator gitu yah, habis dipakai create yang baru...

O ya, fyi, seperti "policy" saya, nomor-nomor tersebut (masih banyak lagi konco2nya) sama sekali tidak ada yang saya angkat. Makanya saya nanya ke sini :D
& btw, nomor-nomor semacam itu sama sekali tidak ada yang terdeteksi oleh app caller-id saya (yang IMO saya katakan lumayan oke untuk nomor2 yang "normal" baik PSTN ataupun mobile).

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #43
Aku juga akhir2 ini dapet terror telemarketing baru. Dari transmedia, entah dapet no darimana, nawari undangan launching apa gitu di mal casablanca. Udah ditolak lgsg ditutup gitu aja, menjengkelkan sekali. Berapa hari kemudian telp lg pake no lain tp digit belakangnya urut. Tp kali ini ditolak, lebih sopan, jawab oke terima kasih, baru ditutup. Udah kublokir 2 nomer itu.

Re: Nomor telepon telemarketing

Reply #44
wah sama, mendadak jadi meningkat frekuensi spam telemarketingnya. bahkan dari institusi finansial yang ga saya kenal, central asia finance dan anehnya pinjaman online kredit pintar.

sebenarnya tinggal tutup saja teleponnya, toh kebal pasti orangnya.

sebenarnya ada peraturan relevan perlindungan konsumen dari OJK:  POJK Nomor 1/POJK.07/2013
https://www.ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/regulasi/peraturan-ojk/Pages/POJK-Perlindungan-Konsumen.aspx

Quote
Pasal 19

Pelaku Usaha Jasa Keuangan dilarang melakukan penawaran produk dan/atau  layanan kepada  Konsumen  dan/atau  masyarakat  melalui sarana komunikasi pribadi  tanpa persetujuan Konsumen.

Tapi toh kita udah tau, paling ampuh sesaat.

kabarnya bisa menolak dari penawaran produk finansial kalau dengan alasan melanggar keyakinan/agama. seperti riba dan sebagainya. ini nanti dimasukkan list tersendiri. belum sempat mencoba sendiri.

entah kalau yang ditawarkan produk syariah pastinya.  :D