Skip to main content

Topic: Diskusi Kartu Kredit (Read 11120 times) - Topic derived from Gimana harimu?

Re: Diskusi Kartu Kredit

Reply #75
Sekedar share.

Kelihatannya hari-hari ini di negara kita lagi ada aktivitas pembobolan KK maupun pencurian identitas yang berhubungan dengan KK.

Kasus pertama berawal dari curhat di Twitter, yang beritanya bisa dibaca di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190312/9/898660/kasuskartukreditbram-tak-pernah-ajukan-kartu-kredit-tiba-tiba-ditagih-puluhan-juta
Intinya adalah penggunaan identitas tanpa setahu ybs, yang kemudian oleh pihak yang tidak berhak berhasil membuat, menerima, & memakai (atas nama ybs) beberapa KK dari beberapa bank. Aneh bin ajaib.

Nah, kasus berikutnya lebih ajaib lagi. Berhubungan dengan KK dari bank paling ternama di sini: https://mediakonsumen.com/2019/03/19/surat-pembaca/kartu-kredit-bca-yang-belum-diaktifkan-dibobol
Intinya adalah ada seorang nasabah yang kebobolan KK-nya (kurang dijelaskan oleh ybs, & juga kurang menjadi fokus berita/SP tersebut) yang kemudian melakukan blokir semua KK-nya, & kemudian memperoleh KK baru yang belum dikeluarkan dari amplopnya serta belum diaktifkan tapi ternyata KK tersebut bisa dipergunakan oleh orang lain (berarti rasanya secara online alias tanpa perlu ada fisik kartu). Berarti data-data seperti nomor kartu, "valid thru," CVV yang oleh ybs diakui dia sendiri pun belum mengetahui (karena amplop belum dibuka) ternyata sudah bisa diketahui & digunakan oleh orang yang tidak berhak.

Harap para pemilik KK bisa lebih waspada & berhati-hati.

Re: Diskusi Kartu Kredit

Reply #76
kasus pertama, ya ini alasan saya enggan banyak2 aplikasi finansial. selain rata2 minta akses ke kontak di hp, juga verifikasinya lewat ktp.

makanya kalau ada proses yang butuh scan ktp saya selalu beri watermark, kalau pihak aplikatornya ga setuju ya ga jadi pake. lebih baik data pribadi terkendali, tahu dimana saja. daripada kaya diatas.

sedikit pengalaman, entah kenapa kok perusahaan asing yang butuh kyc/verifikasi (paypal semacamnya) ga pernah masalahin watermark saya. padahal gede nutupin separuh, walau transparan tetap kelihatan tulisan di belakangnya.

tapi perusahaan asli indo itu rata2 ga mau yang kaya gini. OVO, JENIUS setidaknya pernah saya coba. karena itu saya ga pakai DANA atau ShopeePay.

kasus kedua, ini ngeri. bener2 diluar kuasa pemilik kartunya kejadian seperti itu.

Re: Diskusi Kartu Kredit

Reply #77
makanya kalau ada proses yang butuh scan ktp saya selalu beri watermark, kalau pihak aplikatornya ga setuju ya ga jadi pake. lebih baik data pribadi terkendali, tahu dimana saja. daripada kaya diatas.
Wah, makasih ide nya, saya gak kepikiran ngasih watermark  8)
Tapi memang cukup banyak kendalanya. Misalnya yang mesti langsung daftar via app (foto langsung dari app) yang langsung kemudian di-submit.
Selain itu juga kalau kebocoran data di offline, kan susah. Misalnya dari aplikasi offline KK (yang sudah terbukti bocor ke telesales kan) ataupun offline app macam 0v0. Saya juga pernah baca ada yang bilang bahwa fotokopi KK kadang bisa jadi bungkus (misalnya kelurahan/kecamatan nya yang teledor).

Jadi memang masih rawan kondisi keamanan data pribadi di negara kita.

Re: Diskusi Kartu Kredit

Reply #78
nah makanya saya watermark kalau bisa, selain (amit2) data bocor langsung ketahuan darimana sumbernya. saya watermark dengan nama tempat saya kirimkan datanya. misal OVO, GOJEK dst.

juga kalau ada watermark biasanya juga sudah halangan sendiri buat pencuri identitas yang mau nyalahgunain. positifnya aplikator di indonesia rata2 ga mau kalau ga bersih foto/scannya.